LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pages

Follow my Blog

Visitor

BTricks

BThemes

Bisakah kecantikan di beli





Dari semua yang telah diciptakan yang maha kuasa pada dasarnya itu sama. Namun setelah dihadapkan pada kebutuhan manusia, semua nampak berbeda. Ada sebuah penghargaan tersendiri atas nilai-nilai inner beauty yang di sandang. Manusia tidak akan bisa mengubah dunia, namun manusia ingin membalikkan kenyataan  dengan segala tipu daya dan usaha yang selalu menghalalkan segala cara.
Kita bisa melihat contoh seorang Malinda Dee, bagaimana dia sibuk membangun penampilan, dandanan, bahkan bentuk tubuh yang dia punya. Semua itu hanya untuk mendapatkan kata wah dari orang-orang disekelilingnya. Bila saja seorang malinda hidup di perkampungan kumuh, di lahirkan dari seorang anak buruh yang miskin. Mungkin bedaknya tidak akan setebal sekarang dan alisnya tak setajam pedang, bila disentuh tanganpun bisa putus ( ini hanya makna kiasan ). Kini media pun seakan lupa, kenapa dada Melinda Dee malah menjadi perbincangan hangat dan bukan kasus korupsi yang seharusnya jadi bahan publik untuk jadi berita utama.
Mungkin untuk sebagian orang muslim sinar kecantikan yang sebenarnya itu antara langit dan bumi ketika matahari terbit, bukan pada kecantikan yang dibuat-dibuat (imitasi) dan kemanjaan palsu. Hanya iman yang akan menjaga  pembawaan diri sebagai perempuan tercantik di dunia dan akhirat.
Untuk orang di bawah garis kemiskinan. Mungkin kecantikan tak begitu di indahkan. Hari-hari hanya mempertebal diri dengan keyakinan. Setelah cukup umur, kenal seorang pria dan menikah. Berarti dia sudah cukup bangga akan rasa cantik yang dimiliki.
Bagi yang belajar tampil modis  penuh style namun salah arah. Kita sering melihat pemandangan yang tidak wajar. Menghiasi diri dengan segala rupa, namun yang terjadi malah amburadul, dipandang mata tak sedap. Gaya norak, menor, mungkin kata-kata ini yang sering kita dengar di telinga. Semua itu tujuannya haya satu, hanya untuk mempercantik diri. Adat - adat ketimuran sudah dilupakan dan tidak di pandang.
Setelah kita fikir-fikir, uang sangat di butuhkan dalam mengubah kecantikan. Hidung pesek di ubah menjadi mancung, yang keriput ingin lebih muda seperti ular, yang tongos pasang  kawat agar giginya lebih masuk kedalam dan sedikit rapi. Yang berkulit hitam, operasi agar kulitnya  lebih mengkilap. Memang hebat atas usaha yang di kerahkan. Kecantikan di hargai mahal, seperti artis-artis hollywood sekarang. Sampai ia rela mengeluarkan dana jutaan pounds untuk mengasuransikan tubuhnya.
Seandainya kita putar ulang kembali kebelakang, bila mana  ada jatuhnya wanita tersebut. Sehingga menghadapkan dia pada keadaan yang sangat sulit. Mungkin kecantikan yang ia miliki tak sehebat pujian-pujian yang di dapatkan sekarang. Dari sini kita dapat simpulkan, sesungguhnya kecantikan itu tergantung dari tebal tipisnya dompet. Merk bedak dan lipstik orang pinggiran itu jauh berbeda dengan orang yang tidurnya berbantal dolar.

Share on Google Plus

About Admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com