LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pages

Follow my Blog

Visitor

BTricks

BThemes

Pasar Tradisional semakin terlindas Pasar modern

Mal Panakukang ..salah satu mall terbesar makassar ...tempatnya Lotte Mart..


tepat pada hari ini kota makassar kembali membuka salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota makassar yah dengan hadirnya "Lotte mart " yang sebelumnya juga kita di kota daeng ini sudah mempunyai puluhan pusat perbelanjaan modern dengan fasilitas mewah dan wah sebit saja Carrefour,HYpermart,Hero swalayan.dengan berbagai cabangnya yang tersebar di seantero kota makassar ...belum lagi dengan semakin menjamurnya minimarket yang sangat dekat rumah penduduk seakan kehadiran minimarket tersebut akan mematikan pedagang kecil di sekitar rumah anda yang sebentar lagi akan gulung tikar ,,,,karena tidak mampu bersaing dengan para pemodal raksasa ..begitu pula pusat pendidikan di Tamalanrea yang menurut master plan merupakan kawasan pendidikan sebentar lagi akan disulap menjadi kawasan perbelanjaan komersial yang modern ,megah dan eksotis serta dinamis ,,maka kawasan pendidikan yang seharusnya steril dari bau-bau komersialisasi tunggu saja tanggal mainnya hal ini akan menjadi kenyataan ,,dan tentu saja berimplikasi pada sifat-sifat serta karakter pada masyarakat sekitar pusat perbelanjaan yang akan menjadi hedonis ,,di mana harta begitu dipuja dan di sanjung melebihi apapun di dunia ini ..karena tanpa uang hidup anda seakan tak berarti ,,yah dan tunggulah kehancurannya sebaiknya pemerintaj kota makassar berkaca dengan kasus yang terjadi di surakarta









Lebih lanjut dia mengatakan penolakan Pemkot Surakarta terhadap pendirian mal di lokasi bekas pabrik es Saripetojo adalah untuk membatasi maraknya pasar modern. Dia mengatakan sebelumnya telah ada 12 kali pengajuan pendirian mal dari sejumlah pihak yang tidak disetujui karena memang Pemkot Surakarta berkomitmen membatasi kebaradaan mal di Solo.
Sumber : http://www.detiknews..com/read/2011/0...k-solo?9911022

yah di tengah marakanya pasar modern seperti lotte mart menyebabkan pasar Tradisional   Hidup segan, mati tak mau. Pepatah itu tepat menggambarkan kondisi pasar tradisional milik pemerintah kota makassar bahkan seakan menjadi metafora yang meradang di tengah ramainya pembukaan Lotte mart muncul berita kebakaran pasar sentral makassar,,
Pedagang Textil di Makassar mal pasar sentral  ini juga menambahkan bahwa para pedagang curiga dengan indikasi pihak kebakaran yang mengatakan bahwa penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik sedangkan pihak pengelola pasar dan pedagang sudah sepakat untuk tidak menyalakan lampu mulai sore hingga pemilik lapak membuka tokonya kembali.


"Masa bisa arus pendek terjadi padahal tidak ada lampu yang menyala, " ujar Sahib.

Sahib juga menambahkan bahwa pihak pengelola dan teknisi listrik Makassar mal sebelumnya pernah bersitegang karena Bagian teknisi meminta kenaikan gaji yang hingga kini belum diterimanya.

http://makassar.tribunnews.com/2011/06/28/pedagang-tak-percaya-kebakaran-disebabkan-arus-pendek)
mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang ..



 teman -teman yang budiman berbagai pihak mengatakan bahwa pasar ritel raksasa akan membantu petani dan industri kecil dalam memasok bahan untuk dijual di sana tetapi kenyataannya tidak semanis yang ada di bibir karena ...



Tidak hanya kelangsungan hidup pedagang kecil dan pasar tradisional yang terancam dengan maraknya pasar modern. Petani dan industri kecil juga akan terkena dampaknya. 

    Penyerapan produk lokal baik berupa hasil pertanian maupun kerajinan di pasar modern seperti hipermarket, supermarket, dan minimarket sangat kecil. Menurut Pengkuh Hartoko, barang dagangan yang dijual di pasar modern mayoritas bukan produk lokal setempat.
“Barang dagangan yang dijual di pasar modern sekitar 80 persen berasal dari produk nonlokal. Sedangkan, produk lokal hanya sekitar 20 persen,” ungkap senior manager open trade consumer goods perusahaan multinasional P&G 


    Selama ini, , produk pertanian dan kerajinan lokal lebih banyak dijual ke pasar-pasar tradisional. Petani atau perajin bisa menjualnya langsung ke pasar atau lewat pedagang tengkulak yang datang ke sawah atau rumahnya.
Dan, dengan segala kelenturannya, pasar tradisional bisa menyerap semua produk mereka dengan kualitas apapun. Inilah yang tidak bisa dilakukan oleh pasar modern. Sebab, pasar modern hanya mau menyerap produk-produk yang sesuai dengan standar keinginannya. ”Kalau pasar tradisional sampai mati, mau dijual ke mana produk-produk petani dan perajin lokal itu?,”



Persyaratannya banyak dan ketat. ”Mereka hanya mau memilih barang yang kualitasnya baik,” ujar lelaki yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia pasar tersebut.
Contohnya,  untuk buah mangga, pasar modern hanya mau menerima yang segar, masak, dan berukuran besar. Padahal, belum tentu semua buah mangga yang dihasilkan petani memenuhi kualifikasi tersebut.



 pertambahan jumlah mal di Makassar  tidak akan banyak menyumbang pertumbuhan ekonominya. Sebaliknya, justru memicu terjadinya inflasi. ”Pertumbuhan pasar modern akan semakin meningkatkan konsumerisme masyarakat,” 


Bahkan, jika toko-toko kecil dan pasar-pasar tradisional di sekitarnya mati, kehadiran pasar modern berbentuk mal, trade center, hiper/super/minimarket justru akan membunuh perekonomian setempat. Warga tidak bisa beraktivitas lagi karena modal yang berputar di tingkat lokal menyusut.

semakin besar uang yang dibawa keluar
    Sementara, modal yang diserap oleh pasar-pasar modern itu justru lari ke luar daerah karena mereka lebih didominasi koorporasi. “Semakin besar konsumsi masyarakat (ke pasar modern,


kasihan penjual buah di pasar sentral akan segera gulung tikar
karena tempatnya berjualan kini hangus terbakar ...
pemadam berusaha memadamkan pasar sentral 


para pedagang berlari menyelamatkan dagangan 
api yang membumbung tinggi di pasar sentral 

Share on Google Plus

About Admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com